SHINE GINKGO

Posted: 1 Maret 2011 in Herbal

Perpaduan antara Ginkgo, Habbatussauda’, Hulba dan rempah rempah yang sangat bermanfaat untuk kita semua mulai balita sampai manula.

DEPKES RI PIRT No. 212357833190

Cangkang kapsul halal sertifikat LP POM MUI No. 1636072001

KOMPOSISI :

Ginkgo Biloba, Habbatussauda, Hulba dan rempah rempah

JUMLAH : 25 Kapsul

KHASIAT :

Memperlancar aliran oksigen keotak

Meningkatkan daya ingat, Konsentrasi dan Kewaspadaan

Meningkatkan fungsi otak (meliputi memori&mental)

Membantu mencegah dan mengatasi pikun

ATURAN PAKAI

Dewasa : 1×2-3 kaps/hari

Anak : 1×1 kaps/hari (tabur dimakanan)

Harga Konsumen : Rp 50.000,-

http://shineginkgo.wordpress.com/

MENERIMA JUAL BELI DINAR

Posted: 22 Oktober 2010 in Dinar Dirham

http://dinar-dirham-banyuwangi.blogspot.com/

Perang mata uang meskipun tanpa deklarasi resmi – diakui atau tidak oleh para pelakunya – faktanya kini tengah terjadi.  Dan sebagaimana sejarah membuktikannya, perang pasti berakhir.  Yang belum pasti adalah akan seperti apa akhir dari peperangan ini, seperti apa wajah dunia saat itu ?, seperti Hiroshima dan Nagasaki-kah ?. Bisa jadi demikian, maka berbagai pihak kini  bersiap menghadapinya.

 

Melihat fakta sejarah, dimana Amerika tega dan nekat menjatuhkan bom atom Little Boy di atas Hiroshima (6/8/45) dan Fat Man di atas Nagasaki (9/8/45) yang keduanya membunuh sekitar 250,000-an orang tidak terkecuali bayi, wanita dan orang-orang jompo, maka untuk mengakhiri perang mata uang ini – sangat mungkin Amerika bisa melakukan hal yang nekat dan tega lagi – dengan mengorbankan kepentingan bangsa-bangsa  lain di dunia.

 

Kondisinya sekarang adalah Amerika sudah geregetan dengan mitra-mitra dagang utamanya  seperti China, Jepang, Korea, Thailand dan bahkan Swiss yang gemar melakukan intervensi pasar uang untuk menekan nilai mata uangnya. Dampak dari deficit perdagangan dengan negara-negara tersebut – yang di trigger oleh tidak competitive-nya US$, konon kini tingkat pengangguran di Amerika mencapai 17.1 % berdasarkan U6 Index terakhir dengan trend menaik.

 

Kali ini bukan bom atom yang akan dijatuhkan, tetapi bisa saja berupa apa yang disebut Quantitative Easing 2 (QE 2). Bila QE 1 yang mereka lakukan di puncak krisis 2008/2009 bersifat darurat untuk mencegah ekonomi negeri itu terjuh bebas, QE 2 ini akan menjadi alat Amerika untuk sembuh dari penyakit kronis dalam system ekonominya.

 

QE 2 yang akan berdampak pada penurunan nilai tukar  US$ yang significant, bisa jadi akan menyembuhkan penyakit kronis negeri itu – tetapi akan menjadi musibah bagi negara-negara lain. Tidak hanya ekspor mereka ke Amerika menjadi tidak lagi kompetitif, tetapi juga kekayaan mereka (cadangan devisa) yang mayoritasnya masih dalam bentuk US$ – akan hancur nilainya.

 

Hikmahnya adalah dari puing-puing kehancuran perang mata uang ini, dunia akan belajar bahwa mereka tidak lagi bisa mengandalkan  mata uang suatu negara untuk menjadi reserve currency. Ketika negara yang mata uangnya diandalkan untuk reserve currency tersebut berbuat sewenang-wenang terhadap uangnya, negara-negara lain di dunia yang terkena getahnya.

 

Maka beberapa otoritas keuangan dunia yang paham betul situasi yang dihadapi, mulai mewacanakan mata uang baru global yang tidak tergantung oleh mata uang suatu negara. Wacana ini misalnya teleh dilontarkan oleh pemimpin China maupun Perancis – meskipun keduanya menyangkal bahwa keduanya telah berkoordinasi sebelumnya.

 

Bahkan menteri keuangan Perancis Christine Lagarde baru-baru ini menyatakan bahwa Perancis akan menggunakan kesempatan G20 presidency mereka untuk mengganti Dollar.  Secara specific dia mengusung Bancor yaitu gagasan mata uang global dari ekonom kondang Keynes di tahun 1940-an. Berbeda dengan Special Drawing Rights (SDRs) –nya IMF yang mendasarkan nilainya pada seklompok mata uang kuat dunia, Bancor mendasarkan nilainya pada sekelompok komoditi metal khususnya.

 

SDRs maupun Bancor nampaknya akan menjadi preferensi bank-bank sentral dunia untuk antisipasi dampak dari perang mata uang yang tengah berlangsung ini. Tetapi preferensi sentral bank tidak berarti juga preferensi pasar. Pasar akan lebih comfortable dengan emas sebagai uang global ketimbang SDRs maupun Bancor tersebut.

 

Pendapat bahwa emas akan lebih disukai sebagai uang global ini misalnya diungkapkan oleh Jims Rickards konsultan investasi terkenal yang kliennya tidak hanya dari kalangan korporasi swasta, investment banks dlsb., tetapi juga dari kalangan pemerintahan seperti national security and defense-nya Amerika.

 

Walhasil perang mata uang secara global ini nantinya akan menyisakan dua pihak saja di partai final yang akan bertarung, yaitu uang kertas global yang akan terwakili oleh SDRs, Bancor atau sejenisnya di satu pihak dan uang emas seperti Dinar dan sejenisnya di pihak yang lain.

 

Seperti pendapat Jim Rickards yang mewakili pasar,  sudah barang tentu saya juga menjagokan uang emas khususnya Dinar yang akan keluar sebagai pemenang pada akhirnya.  Emas atau Dinar sebagai uang yang fitrah selama ribuan tahun, tidak ada alasan untuk tidak menjadi uang kembali di masa kini dan masa mendatang.

 

Bagi Anda yang sudah mengenal Dinar sejak tiga tahun ini misalnya, beruntunglah Anda – bukan hanya karena nilainya telah berlipat dua atau lebih, tetapi juga karena Anda telah melangkah lebih dahulu – mendahului jamannya – jaman uang kembali ke emas (Dinar) atau perak (Dirham). Wa Allahu A’lam.

 

disadur dari : http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=495:pasca-currency-war–new-global-currency-atau-emasdinar&catid=39:ekonomi-makro&Itemid=88

KEGUNAAN DINAR DIRHAM

Dinar dan Dirham berguna sebagai alat pembayaran zakat agar sesuai Rukun Zakat sebagaimana diwajibkan dalam Syariah dan Sunnah akan tetapi juga dapat digunakan sebagai tabungan dan investasi, sebagai alat tukar atau mata uang, serta sebagai mahar, serta sedekah atau hadiah.

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN DINAR DIRHAM

Keuntungan utama adalah kembali menunaikan Muamalat, dan membayar Zakat, sesuai dengan Syariah dan Sunnah dan menggunakan alat tukar yang halal. Harta Anda juga akan terselamatkan dari gerogotan inflasi. Ketika nilai tukar mata uang kertas Anda terus merosot, nilai Dinar emas Anda akan terus meningkat. Pada 2003 (per Oktober) nilai tukar Dinar adalah Rp 450.000, 2004 jadi Rp 540.000, 2005 jadi Rp 652.000, 2006 jadi Rp 785.000, 2007 jadi Rp 947.000, dan pada 2008 (Juli) nilai tukar dinar telah melewati Rp 1.200.000. Bahkan saat ini sempat mencapai Rp 1.700.000,- (Oktober 2010)  Dinar emas mengalami apreasiasi sekitar 25%-40%  pertahun

Kami menerima penukaran Dinar Dirham anda ke rupiah baik produksi Gerai dinar maupun Wakalanusantara. Yang kami terima Dinar Islam adalah koin yang terbuat dari emas berkadar 22 karat ( 91,70%) dengan berat 4,25 gram. Dirham Islam adalah koin yang terbuat dari logam perak murni dengan berat 3 gram.

Hubungi : KhilafahCenter

0333-7759859(call) / 085236367519 (sms)

Untuk menjawab pertanyaan mengapa Saudi Arabia memakai uang kertas riyal, dan bukan Dinar emas dan Dirham perak, kita perlu mengetahui posisi kerajaan ini. Pada mulanya wilayah Hijaz adalah bagian dari Daulah Utsmaniah yang, tentu saja, menggunakan Dinar emas dan Dirham perak sebagai mata uangnya. Pada pertengahan abad ke-18, sebuah amirat lokal, dipimpin oleh amirnya, Muhammad ibn Sa’ud (meninggal 1765), menguasai suatu desa yang kering dan miskin, Dariyah. Karena kegiatannya yang selalu membuat onar, dan mengganggu jamaah haji, kelompok Al Sa’ud terus-menerus dalam konflik dengan pemerintahan Utsmani.

Beberapa tahun kemudian, berkat bantuan seorang broker politik, Rashid Ridha namanya murid dari Muhammad Abduh, untuk memperkuat rong-rongan terhadap Istambul, anak cucu Ibn Sa’ud membangun aliansi dengan Pemerintah Kolonial Inggris. Aliansi ini terjadi pada masa Sa’ud bin Abdal Aziz, anak Abdal Aziz Ibn Sa’ud, cucu Muhammad ibn Sa’ud. Untuk perannya ini Ridha ‘menerima imbalan 1,000 pound Mesir untuk mengirimkan sejumlah utusan ke provinsi Arab di [wilayah] Utsmani untuk memicu pemberontakan,’ pada 1914.

Ketika itu Ridha juga telah mendirikan sebuah organisasi lain, Liga Arab (Al-jami’a al-arabiyya), dengan tujuan menciptakan ‘persatuan antara Semenanjung Arabia dan provinsi-provinsi Arab di Kekaisaran Utsmani’. Agenda organisasi ini adalah pendirian ‘Kekhalifahan (Konstitusional) Arab’, suatu rencana yang tidak pernah terwujudkan. Yang lahir kemudian adalah Kerajaan Saudi Arabia.

Berkat kolaborasi antara Sa’ud bin Abdal ‘Azziz – dengan legitimasi teologis dari Wahabbisme, atau ajaran Syekh Muhammad ibn Wahhab – dan pelindungnya Winston Churchil, PM Inggris ketika itu berdirilah kemudian sebuah kerajaan nasional di tanah Hijaz, pada 8 Januari 1926. Pada 1932 Tanah Hijaz, yang semula merupakan bagian dari Daulah Utsmani, oleh rezim yang baru ini secara resmi dinamai: Sa’udi Arabia! Inilah satu-satunya negara di dunia ini yang mendapat nama dari nama seseorang. Salah satu mata rantai awal pemberontakan ini sendiri, adalah Amir di Najd waktu itu, Abdullah Ibn Sa’ud, berhasil ditangkap dan akhirnya dipancung di depan istana Topkapi, di Istanbul, setelah diadili dan dinyatakan sebagai seorang zindiq, pada 1818.

Meninggalkan Muamalat

Sejak awal, Pemerintahan Saudi Arabia, merupakan sekutu kekuatan Kristen-Barat (semula Inggris, kemudian Amerika Serikat), dan menjadi semakin erat dengan ditemukannya minyak pada tahun 1950-an. Beroperasinya perusahaan minyak raksasa (Aramco = Arabian-American Oil Company) yang markas besarnya di Dahran, di tempat yang sama dengan Pangkalan Militer AS (berdiri 1946), di Hijaz, merupakan simbol dan sekaligus sumber kekuasaan Rezim Sa’ud sampai detik ini. Semakin hari kita ketahui Rezim Saud makin meninggalkan muamalat, dan mengislamisasi kapitalisme barat.

Raja Abdul Aziz bin Sa’ud, pendiri Saudi Arabia, berkuasa penuh mulai tahun 1926 sampai 1953. Pada mulanya, setelah memasuki Mekkah (8 Jumadil Ula 1343 H), beliau menolak berlakunya sistem uang kertas di wilayahnya, setelah memusnahkan uang kertas lira Turki sekuler yang beredar di Haramain. Pada masa dia memerintah jamaah haji dari penjuru dunia menggunakan belbagai jenis koin emas perak dari negerinya masing-masing. Namun koin dinar Hashimi dan real perak Austria – Maria Theresa, juga riyal perak Hijaz yang paling populer di sana.

Maka, pada tahun 1950-an, sempat populer di Amerika Serikat, anekdot kisah Raja Abdul Aziz yang selalu membawa harta kerajaan yang berupa koin emas-perak kemanapun dia pergi� bagaikan orang kolot dan primitif. Namun setelah dia wafat, penggantinya, Raja Sa’ud bin Abdul Aziz (1953-1964), bersikap lain. Sejak ia berkuasa, Pemerintah Kingdom of Saudi Arabian (KSA) mendirikan bank sentral yang bernama: Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) dan menerbitkan uang kertas riyal pada tahun 1961 melalui Dekrit Kerajaan 1.7. 1379 H, dalam pecahan 1 – 100 riyal.

Raja tergiur menerbitkan uang kertas karena lebih menguntungkan daripada mencetak koin-koin riyal perak. Ide uang kertas diambil dari keberhasilan SAMA atas penerbitan uang kertas receipt yang berlaku dalam uji coba pada musim haji sepanjang tahun 1953-1957. Dengan menerbitkan Haj Pilgrim Receipt dalam satuan riyal perak, SAMA mulai menarik semua jenis koin emas dan perak yang beredar di Haramain. Para jamaah haji dari luar negeri pun diwajibkan menukarkan koin emas perak yang mereka bawa. Setelah populer, kupon haji itu pun kemudian dinyatakan tidak berlaku lagi sejak Oktober 1963 dan finalnya tanggal 20 Maret 1964, diganti dengan uang kertas riyal.

Celakanya sejak saat itu, ONH atau BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) wajib dibayar dalam uang kertas dolar AS, bukan dengan uang kertas riyal! Sebab Kerajaan Saudi Arabia telah menyepakati pula berlakunya perjanjian Bretton Wood (1944), yang menyatakan bahwa dolar AS adalah satu-satunya mata uang yang berlaku untuk transaksi internasional. Segala transaksi dengan koin dinar Hashimi dan riyal perak (1 riyal = 4 dirham), termasuk koin real Maria Theresa di batalkan oleh negara. Maka umat Islam sedunia berduka atas dibrangusnya mata uang syar’i: dinar dirham.

Genaplah sudah makna hadis dengan lafal berikut: “Tak seorang pun manusia yang tidak memakan riba” yang diriwayatkan oleh Abu Daud, semoga Allah merahmatinya. Dinar dan Dirham diberangus sampai dua kali, pertama 1914 oleh Sultan-sultan boneka sisa Daulah Utsmani (Turki), dan kedua 1964 oleh KSA tersebut di atas. Tapi para ulama belum dapat mengambil kesimpulan dari terbitnya uang kertas riyal ini, tentang status halal-haramnya uang kertas. Sampai, akhirnya, diterbitkan fatwa tentang uang kertas, pada tahun 1984, yang menyatakan bahwa uang kertas adalah halal.

Begitulah, sejauh sejarah Islam dapat kita ketahui, fatwa Saudi Arabia yang menghalalkan uang kertas, satu-satunya fatwa resmi dari suatu pemerintahan (“Islam”) di dunia ini. Tetapi, kisah ringkas sejarah ekonomi politik Saudi Arabia sebagaimana diuraikan di atas, kiranya cukup menjelaskan mengapa Saudi Arabia menggunakan riyal kertas, dan bukan Dinar emas dan Dirham perak.

dikutip dari: http://wakalanusantara.com/detilurl/Mengapa.Saudi.Arabia.Tidak.Pakai.Dinar.Dirham/549/id

Bagi yang mengira bahwa harga emas dunia dikisaran US$ 1,230/oz atau di Indonesia pada  kisaran Rp 367,000/gr hari-hari ini sudah ketinggian sehingga berniat menjual emas/Dinarnya atau menunda investasinya, tulisan saya kali ini barangkali bermanfaat untuk melengkapi pertimbangan Anda.  Kali ini bukan pendapat saya yang dominan, tetapi saya ambilkan dari 10 ahli per-emas-an dunia yang sangat kompeten dibidangnya.
Saya sarikan prediksi harga emas oleh para ahli ini, masing-masing lengkap dengan alasannya sebagai berikut :
1. Peter Schiff  (President & Chief Global Strategist dari Euro Pacific Capital)
Peter Schiff ini memprediksi harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz – US$ 10,000/oz dalam 5 sampai 10 tahun mendatang , dengan alasan bahwa masyarakat dunia akan semakin takut dengan penurunan nilai (debasement) mata uang kertasnya menyusul serangkaian krisis ekonomi, real estate, mortgage meltdown, credit crunch, subprime debacle dan entah apa lagi nama krisis-krisis berikutnya.
2.  David Rosenberg (Mantan Merril Lynch Economist, Sekarang Chief Economist & Strategist di Gluskin Scheff)
David memberikan   estimasi yang menurutnya sendiri masih konservatif di angka US$ 3,000/oz dalam waktu dekat. Alasannya adalah : bila didasarkan pada rasio harga emas dan GDP tiga decade kebelakang, harga emas seharusnya berada pada US$ 5,300/oz. Bila disetarakan dengan CPI (Consumers Price Index) , maka harga emas seharusnya sudah berada pada kisaran US$ 2,300/oz. Bila rasio yang digunakan adalah rasio harga emas dengan jumlah uang M1, maka harga emas harusnya sudah berada pada angka US$ 3,100/oz.
3. Alf Field ( Tekenal di dunia sebagai World’s Best Gold Analyst)
Alf memprediksi harga emas akan berada pada rentang US 5,000/Oz – US$ 10,000/Oz. Alasannya adalah bila mengikuti trend tahun 70-an ke 80-an dimana harga emas melonjak 24.3 x dalam 1 dekade, kenaikan emas decade ini akan mencapai US$ 6,221/Oz yang merupakan perkalian harga terendah decade ini US$ 256 x 24.3. Penyebab fundamental-nya adalah  krisis sekarang yang dia sebutnya sebagai systemic meltdown, dan pemerintah dunia membanjiri ekonomi dengan uang kertas untuk mengatasi krisis-krisis tersebut yang justru berdampak pada hilangnya nilai uang kertas.
4. Forextraders.Com
Situs foreign exchange ini memprediksi harga emas akan berada pada kisaran US$ 3,000/oz – US$ 4,000/oz dalam lima tahun mendatang. Alasannya orang semakin kawatir dengan kestabilan kuangan publik di AS, kekurang seriusan pemerintah menangani problem social security, kredibilitas dollar yang terus terpuruk dan kelemahan fundamental ekonomi dunia.
5. Harry Schultz (dari Newsletter berbayar : International Harry Schultz Letter)
Harry memprediksi harga emas akan mencapai US$ 6,000/Oz tanpa memberi target waktu yang pasti. Alasannya adalah harga emas akan melonjak sangat tinggi bila terjadi hyperinflasi, sedangkan hyperinflasi adalah fenomena moneter yang bisa terjadi secara dadakan, kapan saja – berbeda dengan fenomena ekonomi pada umumnya yang terjadinya secara gradual.
6. Egon von Greyerz ( Managing Derector dari Matterhorn Asset Management – Swiss)
Menurut Egon emas akan mencapai kisaran US$ 5,000/oz – US$ 10,000/oz dalam beberapa tahun mendatang. Alasannya :  pertama bila real inflation seperti yang disajikan oleh Shadowstats.com digunakan untuk mengukur harga emas yang wajar, maka harga emas akan berkisar 6 kali dari harga sekarang. Kedua, realitas bahwa supply emas yang tidak akan pernah cukup untuk memenuhi demand terhadap emas yang tumbuh lebih cepat.
7. Peter Cooper ( Penulis buku “Dubai Sabbatical : The Road to US$ 5,000 Gold)
Peter memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam waktu yang tidak terlalu lama. Alasannya adalah saat ini pemerintah –pemerintah di dunia memaksakan rezim suku bunga yang rendah untuk mengatasi krisis; pada saat suku bunga rendah – obligasi pemerintah menjadi menarik. Namun situasi ini tidak akan bertahan lama, obligasi akan segera jatuh dan orang perlu pelarian uangnya ketempat yang aman – tempat aman apalagi yang lebih aman dari obligasi pemerintah kalau bukan emas ?. Sedangkan supply emas selalu terbatas, maka bila ada lonjakan demand – yang pasti terjadi adalah lonjakan harga.
8. Rob McEwen (Chief Executive Officer – CEO dari US Gold Corp Inc.)
Rob berpendapat bahwa harga emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam rentang waktu antara 2012 – 2014. Alasannya : hutang pemerintah yang terus tumbuh dan akan mencapai skala yang dia sebut sebagai horrific scale. Dari masalah hutang yang pelik tersebut , menurut Rob akhir tahun ini saja harga emas sudah bisa mencapai US$ 2,000/oz.
9. Peter Krauth (Expert kenamaan dibidang Metals and Mining Stocks).
Peter memprediksi emas akan mencapai US$ 5,000/oz dalam beberapa tahun mendatang. Alasannya adalah : potensi inflasi yang semakin besar, lonjakan demand, Central Banks tidak lagi menjadi net sellers tetapi malah menjadi net buyers, dan krisis yang terus bermunculan seperti yang terjadi di PIIGS.
10. Arnold Bock ( Komentator pada situs emas paling terkenal di dunia Kitco.com)
Menurut Arnold harga emas akan naik secara parabolic sampai mencapai US$ 10,000 pada tahun 2012. Dia memiliki enam alasan untuk prediksinya ini yaitu : a) kegagalan pemerintah-pemerintah membayar hutang; b) bangkrutnya raksasa-raksasa financial dunia; c) Inflasi dan devaluasi mata uang-mata uang dunia; d) manipulasi harga emas sehingga masih ‘ rendah’ sekarang ; e) keterbatasan supply emas dibandingkan dengan peningkatan demand-nya; f) kebutuhan untuk melabuhkan dana-dana di tempat yang aman atau safe haven.
Lantas bagaimana menurut pendapat saya sendiri ?, sekali lagi saya tidak ahli dan  tidak menguasai ilmu masa depan itu – hanya Allah yang Maha Tahu apa yang akan terjadi. Hanya saja seandainya mengikuti statistik 10 tahun terakhir di Indonesia,  dimana harga emas awal 2000 adalah Rp 66,000 /gram dan sekarang di kisaran Rp 367,000 /gram atau naik menjadi 5.56 kalinya dalam 10 tahun; maka saya tidak akan kaget bila dalam sepuluh tahun mendatang harga emas di Indonesia bisa mencapai Rp 2,000,000/gram atau Dinar mencapai diatas Rp 8.5 juta per Dinar. Wa Allahu A’lam.
Oleh Muhaimin Iqbal

Harga Emas Sentuh Rp.1.057.000 Per Gram Pada Tahun 2015

Sebelum kita membahas harga emas tahun depan yaitu tahun 2010 dan seterusnya, coba kita tengok harga emas Logam Mulia tahun 2007 sbb:

Harga emas Tahun 2007
Harga emas tertinggi = 239.250
Harga emas terendah = 178.500
Harga emas rata-rata = 191.815

Simak juga berita Kenaikan Harga Emas dari Surat Kabar Kompas tgl 8 Januari 2008. Berikut saya copy paste kan isi berita tersebut.
“Emas Berpotensi Naik Lagi ”

Bandung, Kompas – Kenaikan harga minyak dunia dan fluktuasi dollar AS sebulan ini berimbas pada harga emas yang terus merambat naik. Harga semua jenis perhiasan emas di sejumlah toko perhiasan di Kota Bandung naik sekitar Rp 10.000-Rp 15.000. Pemilik Toko Mas Dunia di Jalan Sukajadi, Gunawan, Senin (7/1), mengatakan, rata-rata harga satu gram emas saat ini sekitar Rp 200.000, terutama emas dengan kadar 70 persen (18 karat) dan 90 persen (22 karat). Gunawan mencontohkan, harga emas berkadar 70 persen naik dari Rp 180.000 menjadi Rp 195.000 per gram, sedangkan yang berkadar 90 persen naik dari Rp 220.000 menjadi Rp 234.000 per gram. “Sejak akhir tahun hingga minggu ini, harga emas rata-rata naik Rp 15.000 per gram. Namun, kenaikan itu juga bergantung model dan bentuknya,” ujar Gunawan. Adapun harga 1 gram emas berkadar 24 karat (99 persen) sudah menembus Rp 260.000 dari sebelumnya Rp 245.000 per gram. Bahkan, menurut Buana Tanujaya, pemilik Toko Emas Buana di daerah Kosambi, harga emas 99 persen sempat mencapai Rp 261.000 per gram. Sebelumnya, pada 2 Januari 2008 harga emas murni itu hanya Rp 250.000 per gram dan pelan-pelan harganya naik sampai Rp 259.500 per gram pada akhir pekan lalu. Demikian pula harga emas berkadar 70 persen dan 90 persen yang dijual Buana naik sekitar 3,5 persen. Harga emas kadar 70 persen, pada awal tahun lalu, sebesar Rp 175.000 per gram, sedangkan pada awal pekan kedua Januari Rp 180.000 per gram. Adapun harga emas berkadar 90 persen naik Rp 10.000 menjadi Rp 235.000 per gram. Menurut Buana, melihat fluktuasi harga minyak dan dollar AS, diperkirakan harga emas masih berpotensi naik selama Januari ini. Namun, kenaikan itu tidak bisa dipastikan seberapa besar karena harga emas sangat dipengaruhi perubahan di pasar internasional. “Memang ada kemungkinan harga emas naik, tetapi tidak sebesar saat puasa dan pasca-Lebaran (Oktober-November) lalu. Sebab, hari ini harga emas sempat turun Rp 2.000 per gram,” kata Buana. Kenaikan harga emas ini, kata Gunawan, dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menjual emas. Harga saat ini paling tinggi selama lima tahun ini. Seminggu ini masyarakat yang menjual emas meningkat 50 persen dibandingkan dengan sebelumnya. Namun, permintaan emas tetap tinggi, terutama untuk mahar saat orang menikah, Desember-Januari. Di atas 20 persen Selama 2007 harga emas naik luar biasa. Harga yang berlaku di pasar setidaknya naik sekitar 20-25 persen. Menurut Gunawan, pada awal Januari 2007 harga emas kadar 70 persen hanya Rp 130.000 per gram, sedangkan akhir Desember Rp 170.000-Rp 180.000 per gram. Dalam satu tahun ada kenaikan harga emas sekitar Rp 40.000-Rp 50.000. Adapun harga emas 24 karat pada posisi awal Januari 2008 dibandingkan dengan awal Januari 2007 naik hingga 40 persen, yaitu dari Rp 180.000 menjadi Rp 260.000 per gram.

Kenaikan harga itu membuat emas saat ini menjadi salah satu alternatif investasi masyarakat yang paling mudah. Mereka pun dapat segera menguangkannya pada saat membutuhkan dana tunai. ( source : Kompas )

Dari fakta diatas kenaikan harga emas dari tahun ke tahun cukup besar, mencapai 40% per tahun, sebagai contoh harga emas Januari 2007 adalah 180.000 dan pada bulan Januari 2008 menjadi 260.000. Harga emas kadar 99% saat ini Oktober 2009 adalah Rp. 364.500. Dibanding dengan harga emas 2008 naik hampir 40%. Jadi tidaklah berlebihan apabila kita ambil kenaikan rata-rata pertahun sekitar 20%.

Dengan kenaikan rata-rata pertahun sebesar 20%, maka harga emas 24 karat/99% tahun 2010 akan menyentuh di level Rp.424.000 per 1 gram emas bersertifikat ANTAM. Harga tersebut bisa terjadi di pertengahan tahun ataupun di akhir tahun 2010.

Maka jangan kaget kalau 6 tahun lagi atau pada tahun 2015, harga emas 24 karat akan berada di level Rp. 1.074.000 ( satu juta tujuh puluh empat ribu ) per 1 gram ANTAM. Angka tersebut diperoleh dengan patokan kenaikan sebesar 20% per tahun. Dalam kenyataannya bisa mencapai 30% atau 40%.

Berikut saya copy paste kan hasil Kalkulasi Prediksi Harga Emas melalui Ms Excel>

 

PREDIKSI HARGA EMAS DENGAN RATA-RATA KENAIKAN
SEBESAR 20% PERTAHUN

HARGE PER GRAM Tahun ke Tahun
360,000.00 2009
432,000.00 1 2010
518,400.00 2 2011
622,080.00 3 2012
746,496.00 4 2013
895,795.20 5 2014
1,074,954.24 6 2015
1,289,945.09 7 2016
1,547,934.11 8 2017
1,857,520.93 9 2018
2,229,025.11 10 2019
2,674,830.13 11 2020
3,209,796.16 12 2021
3,851,755.39 13 2022
4,622,106.47 14 2023
5,546,527.77 15 2024
6,655,833.32 16 2025
7,986,999.98 17 2026
9,584,399.98 18 2027
11,501,279.98 19 2028
13,801,535.97 20 2029
16,561,843.17 21 2030
19,874,211.80 22 2031
23,849,054.16 23 2032
28,618,864.99 24 2033
34,342,637.99 25 2034
41,211,165.59 26 2035
49,453,398.71 27 2036
59,344,078.45 28 2037
71,212,894.14 29 2038
85,455,472.97 30 2039
102,546,567.56 31 2040